Ilmuwan Dapat Melihat Warna Kematian

cacing sekarat
Tampak gelombang cahaya biru menyebar ditubuh cacing I foto dailymail.co.uk
Kematian atau ajal adalah akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. Semua makhluk hidup pada akhirnya akan mati secara permanen, baik karena penyebab alami seperti penyakit atau karena penyebab tidak alami seperti kecelakaan. Setelah kematian, tubuh makhluk hidup mengalami pembusukan. (id.wikipedia.org)

Ilmuwan Inggris untuk pertama kalinya dalam sejarah ilmu pengetahuan, telah melihat secara langsung proses kematian, yang muncul di depan mereka sebagai gelombang bersinar kebiruan melewati tubuh. Temuan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk penciptaan metode baru untuk meningkatkan harapan hidup.

Dikutip dari Daily Mail kini para ilmuwan Inggris untuk pertama kalinya dalam sejarah bertinjauan menangkap warna kematian. Tentang penemuan sensasional ini dilaporkan oleh para peneliti di Inggris "Wellcome Trust dan Bioteknologi dan Biological Sciences Research Council" (BBSRC). Mereka mampu membuktikan bahwa, pada saat ketika tubuh makhluk hidup akan mengalami kematian secara tiba-tiba tubuhnya mengeluarkan gelombang cahaya kebiruan. 

Penelitian dilakukan pada cacing tanah. Ilmuwan menonton di bawah mikroskop seekor cacing sekarat. Mereka bertinjauan melihat bagaimana tubuh seekor cacing sekarat mengeluarkan semacam gelombang cahaya biruan. 

Para ilmuwan telah menyatakan bahwa efek ini disebabkan oleh proses kematian sel.  Menurut mereka, "gelombang" cahaya biru, seakan-akan "menyebar" dan akhirnya tubuh cacing berhenti berfungsi. 

Para peneliti juga berhipotesis bahwa jika kita mencoba untuk memblokir jalan "gelombang biru", maka kemungkinan kematian dapat ditangguhkan. 

Selain itu menurut ilmuwan, mekanisme penuaan dan kematian cacing tidak berbeda dari proses dalam tubuh manusia dengan bantuan penemuan ini di masa depan dimungkinkan untuk membuat sebuah metode yang meningkatkan harapan hidup.

Calon PAS Manir dapat pasukan kempen dari luar negara

Harakahdaily 

Anis Nazri, 25 Apr 2013

(Hilmi [kanan sekali] bertemu dengan pengundi di kawasan DUN Manir)

KUALA LUMPUR: Majlis Perwakilan PAS Western Australia (PRC WA) telah melancarkan satu fanpage di Facebook bagi membantu jentera PAS di DUN Manir, Terengganu.

Menerusi laman itu PRC WA akan berkempen melalui maya serta memberikan tenaga pemikir sepanjang tempoh berkempen ini.

Presiden PRC WA, Abdullah berkata pemilihan DUN N22 Manir itu berasaskan kepada sokongan penuh kepada calon PAS di kerusi tersebut, Ustaz Hilmi Harun.

Sokongan itu juga, katanya diterjemahkan dengan mengambil Dun Manir sebagai Dun Angkat bagi memberikan fokus untuk berkempen bagi pihak Hilmi.

Justeru, katanya biarpun jarak yang memisahkan mereka untuk berkempen di Manir, penubuhan fanpage itu akan digerakkan semaksima mungkin dari Western Australia yang berpusat di Perth.

Menurut Abdullah, PRC WA mempunyai pengalaman peribadi dengan Hilmi yang pernah mengikuti pengajian di peringkat ijazah kedoktoran dalam bidang sains politik di Perth, Australia.

Mengimbau kembali saat bersama Hilmi di Perth, Abdullah berkata ketabahan dan kecekalan Hilmi dipandu dengan keazaman dan keyakinan diri yang cukup tinggi untuk membawa perubahan kepada bangsanya.

Ketika di Perth, tambah Abdullah, Hilmi sering ditemui pada aktiviti kemasyarakatan, malah sering membantu komuniti Melayu yang berada dalam kesusahan.

Justeru, atas pengalaman peribadi yang dilalui bersama Hilmi, PRC WA menyatakan sokongan penuh ke atas pencalonan Hilmi di Manir sebagai penerus mata rantai perjuangan Islam di tanah air.

Fanpage Facebook itu, kata Abdullah boleh dicapai melalui http;//facebook.com/manirkite.